Makar Via Kampus : Mahasiswa UNS ”Target” NII….????

Posted on June 14, 2011. Filed under: Politik |

Solo Kamis, (28/4) pekan lalu, seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta berinisial ES yang masih berstatus mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS Jurusan Pendidikan Geografi ditangkap Polisi di kawasan Jogjakarta. Penangkapan ini terkait dengan dugaan terlibatnya mahasiswa tersebut dalam jaringan Negara Islam Indonesia (NII). Berselang sepekan Senin, (2/5) lagi lagi dilakukan penangkapan dengan kasus serupa terhadap mahasiswa FKIP UNS jurusan Pendidikan Matematika, MVS, 20 tahun, oleh aparat Polisi Daerah (Polda) Jawa Timur. MVS dijemput oleh aparat di kawasan Kampus UNS Kentingan. Mengapa mahasiswa begitu rentan menjadi ”target” jaringan NII ? Berikut laporan wartawan Retorika Retno D. Sekar Sari dan Intan Nur Arifah.

NII

”Kita tidak bisa mengeneralisasi kasus NII ini. Jumlah mahaiswa FKIP UNS ada 9.000 orang. Apakah gara-gara satu dua mahasiswa yang belum tentu posisinya dalam jaringan NII ini, kemudian kampus ini dicap buruk atau salah. Itu tidak fair,” komentar Dekan FKIP UNS, Furqon Hidayatullah saat ditemui diruang kerjanya Jumat (12/5). Beberapa kali Furqon menegasakan bantahan terkait keterlibatan mahasiswanya dalam jaringan NII ketika ditanya terkait penyimpangan tersebut..

“Saya adalah orang pertama yang akan tetap membela mahasiswa saya, selama belum ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka (ES dan MVS, red-) salah,” terang Furqon. Pria yang baru saja terpilih sebagai Dekan FKIP UNS untuk kedua kalinya ini menjelaskan bahwa selama ini tidak ada data yang menunjukkan seberapa jauh keterlibatan mahasiswa dalam jaringan NII. Menurutnya bisa saja mahasiswa-mahasiswa ini hanya korban dari NII.

 

Aliran Sesat dan Seleksi Ketat

Terpisah, Pembantu Rektor (PR) III UNS, Drs. Dwi Tiyanto, S.U membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian kepada mahasiswa FKIP UNS. “Memang ada dua mahasiswa FKIP UNS yang ditangkap pihak kepolisian. MVS memang ada surat penangkapannya dan sudah dibawa ke Polda Jatim,” terang Dwi. Menurut penuturan Dwi, pihaknya juga mencurigai adanya “aliran sesat” selain NII yang berkembang di UNS.

“Alqiyadah Islamiyah adalah salah satunya. Intinya ada aliran-aliran sesat selain NII yang harus kita waspadai di UNS ini,” paparnya. Pihak rektorat sendiri juga akan melakukan pengawasan yang ekstra ketat terhadap kegiatan-kegiatan mahasiswa setelah munculnya kasus ini (NII, red), utamanya adalah unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang bergerak dibidang dakwah Islam, Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI).

“Setiap proposal kegiatan yang diajukan UKMI  akan kami (rektorat, red) seleksi secara ketat.  Bisa jadi akan banyak proposal yang tidak akan di-acc,” terang pria yang yang dipercaya menjadi PR III untuk periode kedua ini.

 

Bnedera NII

Mahasiswa Sasaran ”Empuk”

NII tidak mungkin bisa bergerak tanpa adanya dukungan dari anggota-anggotanya, karena itu merekrut orang-orang yang tepat adalah bagian dari strategi. Menurut Nuryanto M,Si yang ditemui Rabu (18/5) mahasiswa adalah sasaran empuk bagi NII dikarenakan mahasiswa adalah kaum intelektualitas dengan berbagai kesulitan dan kemudahan untuk diindoktrinasi. “Mahasiswa itu pintar apalagi yang aktivis, saya rasa lebih sulit untuk dipengaruhi,” terang Nuryanto.

Tingginya intelektualitas berbanding lurus dengan perkembangan emosi seseorang. “Gagal bercinta, introvert, nilai yang buruk bisa jadi pemicu lemahnya mental sehingga mudah dipengaruhi hal negatif ”, jelasnya. Dengan kata lain, mahasiswa yang memiliki kondisi mental lemah biasanya lebih mudah dipengaruhi daripada yang intelektualitasnya tinggi. Akidah yang salah kaprah juga ikut andil dalam memuluskan jalan NII guna mengindoktrinasi mahasiswa.

 

Permainan Intelejen

Sementara pendapat yang sedikit berbeda muncul dari pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Darus Sahadah, ustad Mas’ud Izzul Mujahid yang dihubungi via telpon Sabtu (14/5). ”Jumlah korban NII yang bukan dari kalangan mahasiswa itu jumlahnya jauh lebih banyak. Tapi kenapa yang diekspos besar-besaran adalah mahasiswa? Ini karena permainan intelejen,” ungkap Pria yang pernah merasakan indoktrinasi NII Komandemen Wilayah (KW) 9 ketika masih berdomisili di Jakarta.

Ditanya terkait kasus NII di UNS, Mas’ud menjelaskan lebih jauh bahwa ini semua sangat berhubungan dengan permainan intelejen. Suasana kampus dibuat menjadi sangat tidak kondusif dengan kegiatan keislaman. Pembatasan, pengkerdilan, izin yang dipersulit, dana diminimkan dan sebagainya adalah untuk menghilangkan semangat mahasiswa dalam mengkaji Islam yang benar. Mahasiswa dibuat takut dan apriori terhadap kajian-kajian ke-Islam-an ”Jika sudah begini, mahasiswa akan digiring untuk memasuki kegiatan-kegiatan non-keagamaan (Islam, red) seperti acara-acara hiburan, musik dan teater,” terangnya.

Pemerhati terorisme City Johns menurut penjelasan Mas’ud bahkan pernah membuat catatan kepada intelejen bahwa ada sepuluh masjid di Indonesia ini yang menciptkan muslim-muslim radikal. Salah satunya adalah masjid Nurul Huda (NH) UNS. ”Padahal dari sepuluh masjid yang disebutkan semuanya adalah masjid-masjid sentra kegiatan Islam yang benar,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Mantan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid. Seperti yang dikutip dari portal berita Solopos.com, Hidayat Nur Wahid, menganggap NII tak perlu dikaitkan dengan mahasiswa. “Isu NII tak perlu dikaitkan dengan mahasiswa karena akan berdampak ketakutan warga kepada lembaga kampus. Warga takut menyekolahkan anak-anak mereka,” katanya saat memberi paparan dalam acara Milad Ke -13 PKS di Gedung Budi Sasono, Sukoharjo, Minggu (1/5).

 

Solusi

Untuk mengantisipasi hal-hal semacam itu, Dekanat FKIP juga sudah memberikan pembekalan berupa ceramah Emotional Spiritual Quostient (ESQ) di setiap penerimaan mahasiswa baru dan bagi mahasiswa yang hendak Praktik-Praktik Lapangan (PPL). “Bekal agama yang kuat dan lingkungan yang tepat adalah solusinya”, papar Nuryanto dengan lugas. (Retno D. Sekar Sari (D0207021) / Intan Nur Arifah (D0207062))

 

 

NII KW 9 ”Jalan” Menuju (R)UU Intelejen

 

Solo (Retorika). Untuk kesekian kalinya Negara Islam Indoneisa (NII) menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah hiruk pikuk system politik di Negara kita. Melibatkan mahasiswa sebagai korbannya spontan menjadi perhatian yang cukup meresahkan beberapa pihak. Banyak pihak yang mempertanyakan, Mengapa fenomena NII baru dimunculkan lagi sekarang? Salah satu pengurus Pondok Pesantran (Ponpes) Darus Sahadah, Mas’ud Izzul Mujahid, Senin (9/5) yang konsern meneliti kelompok-kelompok Islam ”menyimpang” memberikan analisanya.

 

Bagaimana sepak terjang NII selama ini?

NII yang dirintis oleh Kartosoewirjo sangatlah berbeda dengan NII Komandemen Wilayah (KW) 9 yang ada saat ini. NII KW 9 adalah sebuah fenomena yang muncul baru setelah sepeninggal Kartosoewirjo. Bahkan pada masa kepemimpinan Daud Beureuh pun belum ada. Setelah Daud Beureuh dipenjara kepemimpinan kemudian diserahkan kepada Adang Jaelani (di Jawa Barat). Dari sinilah mulai muncul NII KW 9 yang memiliki area perekrutan di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabotabek).

Mulai dari sanalah NII KW 9 memunculkan penyimpangan-penyimpangan. Terutama setelah bergabung dengan Ishak Bugis. NII KW 9 berkolaborasi dengan kelompok Syi’ah. Ishak Bugis Pulalah yang menetapkan bahwa saat ini Indonesia masih berada pada fase makkah. Jadi semua hukum Islam belum berlaku. Inilah yang menjadi awal penyimpangan dan kesesatan NII KW 9. Ada tiga poin yang bisa digunakan untuk memahami penyimpangan NII KW 9, akar sejarahnya, ideologi yang disebarkannya dan fenomena NII KW 9 itu sendiri. LPPI sendiri juga sudah menetapkan bahwa NII KW 9 menyimpang dari ajaran Islam

 

Mengapa fenomena NII seolah-olah baru dimunculkan lagi saat ini?

Ini semua terkait dengan intelejen. NII (NII KW 9, red) dipelihara adalah untuk kepentingan politik. Jaman Soeharto dulu, NII KW 9 diberikan lahan ribuan hektar untuk kemudian didirikan Ponpes As Zaytun. Kemudian banyak yang nyantri disana. Santri-santri ini digunakan untuk mengusung kelompok-kelompok berkepentingan agar memenangkan pemilihan umum (pemilu). Dan itu (NII KW 9, red) tetap dipelihara sampai saat ini.

Jika sekarang muncul lagi, maka pasti juga karena ada kepentingan yang ingin digolkan. Ini semua terkait dengan RUU Intelejen, dimana intelejen berhak menagkap siapa saja yang dirasa melakukan pelanggaran tanpa harus ada surat penangkapan. Maka diciptakannlah suatu kondisi agar RUU Intelejen bisa disahkan. Coba dilihat kasus-kasus yang muncul akhir-akhir ini. Ada Bom Buku, Bom Cirebon, Bom Bekasi, dan terakhir NII. Ini semua adalah sebuah kondisi yang memang diciptakan agar semua pihak merasa terancam, khawatir dan ketakutan. Akhirnya, semua pihak merasa bahwa RUU Intelejen ini perlu dan pantas untuk disahkan menjadi UU. Bayangkan jika ini terjadi, yang ada kita akan mengulangi Orde Baru jilid dua.

 

Mengapa NII menyasar mahasiswa sebagai korbannya?

Jumlah korban NII yang bukan dari kalangan mahasiswa itu jumlahnya jauh lebih banyak. Tapi kenapa yang diekspos besar-besaran adalah mahasiswa? Ini karena permainan intelejen. Suasana kampus dibuat menjadi sangat tidak kondusif dengan kegiatan keislaman. Pembatasan, pengkerdilan, izin yang dipersulit, dana diminimkan dan sebagainya adalah untuk menghilangkan semangat mahasiswa dalam mengkaji Islam yang benar. Mahasiswa dibuat takut dan apriori terhadap kajian-kajian ke-Islam-an ”Jika sudah begini, mahasiswa akan digiring untuk memasuki kegiatan-kegiatan non-keagamaan (Islam, red) seperti acara-acara hiburan, musik dan teater,” terangnya.

Pemerhati terorisme City Johns bahkan pernah membuat catatan kepada intelejen bahwa ada sepuluh masjid di Indonesia ini yang menciptkan muslim-muslim radikal. Salah satunya adalah masjid Nurul Huda (NH) UNS. Padahal dari sepuluh masjid yang disebutkan semuanya adalah masjid-masjid sentra kegiatan Islam yang benar. RDSS (D0207021) / INA (D0207062))

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: