Biopori, Satu Cara Selamatkan Bumi

Posted on June 18, 2011. Filed under: Teknologi |

Melihat sekeliling kita akan melihat begitu banyak hasil pembagunan. Perumahan semakin menjamur, gedung pencakar langit yang begitu banyak berdiri, maupun jalan-jalan beraspal yang dipenuhi lalu-lalang kendaraan bermotor. Tak banyak lagi kita lihat rerimbunan pohon dengan udaranya yang segar. Tanah dan lahan sekarang ini telah berubah ditumbuhi oleh aspal, semen, serta beton.

Ilustrasi Biopori

Dengan adanya biopori, air hujan akan lebih mudah terserap oleh tanah sehingga tidak terbuang sia-sia.

“Hal tersebut akan mengurangi kemampuan tanah dalam menyerap air (air hujan),” terang Sunarto, Dosen Ekologi Universitas Sebelas Maret Surakarta. “Tak heran kalau saat ini sering terjadi banjir ketika musim hujan, atau mengalami kekeringan di musim kemarau,” lanjut Sunarto.
Menurutnya fenomena ini terjadi karena air, dalam hal ini air hujan, tidak terserap sempurna oleh tanah karena tanah sebagian besar tertutup oleh aspal, semen, maupun beton. “Itu tidak baik untuk lingkungan,” jelasnya. Akibatnya, hanya sedikit air hujan yang meresap ke dalam tanah dan sisanya terbuang sia-sia ke sungai. Apabila sungai tidak mampu menampung air tersebut, terjadilah banjir.
Tidak hanya itu, air tanah yang digunakan terus-menerus tanpa diimbangi dengan penyerapan tanah terhadap air hujan, lama-kelamaan akan habis. Padahal manusia tidak akan bisa hidup tanpa air. Dampak lain terjadi pada keadaan tanah. “Bisa saja tanah itu akan ambles karena lapisan air tanah yang menyangganya sudah tidak ada lagi,” ungkap Sunarto.
Ada cara untuk menyelamatkan air tanah, salah satunya dengan mempermudah air hujan masuk ke dalam tanah. Cara ini dapat dilakukan dengam membuat lubang buatan. “Itulah yang disebut biopori,” terang Sunarto. Adapun cara untuk membuat biopori sangat mudah, sebagai berikut.
1. Buatlah lubang silindris dengan diameter 10 cm dan kedalaman 100cm. “Lubang bisa dibuat di batas taman atau di dasar saluran pembuangan air hujan agar air hujan tidak banyak yang terbuang sia-sia,” jelas Sunarto.
2. Perkuat mulut lubangnya saja dengan semen agar lubang yang dibuat tidak tertutup lagi.
3. Isilah lubang tersebut dengan sampah organik, misalnya: daun kering, sampah dapur, ataupun sampah organik lainnya. “Sampah-sampah organik ini akan mengaktifkan aktivitas fauna dalam tanah (misal cacing),” jelas Sunarto. Sunarto menjelaskan bahwa aktivitas fauna dalam tanah ini sangat baik untuk menjaga kondisi tanah sehingga tanah bisa tetap subur.
Mengingat lubang yang dibuat dalamnya 100 cm, lubang tersebut perlu diberi pengaman agar anak kecil tidak terperosok ke dalam lubang. Sunarto menyarankan untuk menutup lubang tersebut dengan saringan dari besi. Selain itu, Sunarto menjelaskan bahwa sampah organik di dalam lubang akan berkurang karena adanya komposisasi. “Jadi, sampah organik di dalam lubang harus selalu ditambahkan dan hasilnya (kompos) bisa diambil untuk dimanfaatkan sebagai kompos,” jelasnya.
“Biopori sangat mudah dibuat. Manfaatnya juga banyak. Inilah salah satu cara mudah menyelamatkan bumi,” ungkap Sunarto. Karena itu, tunggu apa lagi? Mari buat biopori untuk selamatkan bumi. Selamat mencoba.

Ve (D0207105)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: