Waspada Endemi Antraks

Posted on June 20, 2011. Filed under: Kesehatan |

Belum lama ini terdengar kasus mewabahnya antraks di beberapa kabupaten di Soloraya, yakni Sragen, Boyolali dan Karanganyar. Ditetapkannya tiga wilayah tersebut oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, sebagai endemi antraks yang sedang dalam pengawasan masing-masing kabupaten, memang sedikit bisa melegakan. Namun demikian, dalam perspektif lain, ini menyiratkan bahwa semestinya endemi semacam ini bisa secara bertahap terminimalisir oleh kewaspadaan masyarakat itu sendiri.

Antraks sebagai penyakit yang berjangkit luas (endemi), selalu terjadi setiap tahunnya, seperti pernyataan Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari pada tempointeraktif.com 2004 silam. Ini meniscayakan bahwa penyakit ini adalah penyakit yang akan terus terjadi sekaligus membutuhkan penanganan yang tidak main-main.Terlebih penyakit yang kerap menyerang ternak herbivore seperti sapi, kambing ini bisa berujung pada kematian.

Salah seorang dokter yang turut ambil bagian dalam masalah ini, dr Beliana dari Rumah Sakit Kasih Ibu Surakarta menuturkan penyakit antraks disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis, merupakan penyakit yang ditularkan hewan pada manusia. ”Bakteri ini bisa bertahan dalam tanah berpuluh-puluh tahun setelah membentuk spora”. Dari spora yang biasa menempel pada tanaman inilah lalu dimakan oleh hewan ternak, pada akhirnya menyerang hewan.

Penularan pada Manusia

Setidaknya ada tiga macam cara penularan pada manusia, yang pertama: secara langsung melalui tanah atau tanaman yang mengandung spora, kedua: melalui konsumsi daging yang positif antraks, lalu yang ketiga: melalui udara yang mengandung spora terhirup oleh pernafasan, biasanya terjadi pada para pekerja pabrik wool dan sejenisnya.

Dokter yang pada Jumat, (17/6) berhasil dihubungi di sela-sela siaran di salah satu radio swasta solo, menyarankan tidak usah khawatir bagi yang mempunyai kerabat positif antraks karena penularan kerap terjadi dari hewan ke manusia bukannya dari manusia ke manusia. “Jarang sekali penularan dari manusia ke manusia, kalaupun terjadi, biasanya melalui luka”, tuturnya.

Gejala

Gejala antraks bisa diketahui dengan adanya benjolan kecil, gatal-gatal, lepuhan-lepuhan yang tidak terasa sakit kemudian selama beberapa hari akan luka sepanjang 2-3 cm. Beberapa minggu akan mengoreng atau keropeng berwarna hitam. Setelah itu timbul demam, sakit kepala, menggigil, batuk kering 3-5 hari, 1-2 hari berikutnya panas lebih meninggi, hingga berujung maut. “Bakteri mampu menyerang darah bahkan ke selaput otak, sampe meninggal”, ungkapnya.

Pencegahan

Sebagaimana penularan yang bisa melalui tiga cara, cara pencegahan pun berbeda-beda sesuai dengan cara penularan. Untuk penularan tipe pertama: yakni secara langsung, pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Untuk tipe kedua: yakni melalui konsumsi daging, bisa diwaspadai dengan berhati-hati saat membeli daging, hindari daging mentah berbau, berlendir dan berwarna hitam. Belilah di tempat pemotongan daging yang terjamin kualitasnya. Atau jika memasak sendiri, masaklah sampai matang agar kuman-kuman terbunuh.

Sedangkan Untuk penularan tipe ketiga: yakni melalui udara, maka cegahlah dengan vaksinasi ternak secara rutin 1 tahun 2 kali bagi yang beternak. “Seringkali peternak tidak tahu bagaimana memperlakukan ternak yang mati karena antraks”, keluhnya. Maka dia menyarankan jika ada hewan ternak mati karena antraks, jangan disembelih, melainkan dibakar lalu dikubur agar tidak menyerang lewat udara.

Pengobatan

Pengobatan harus segera dilakukan salah satunya dengan pemberian antibiotic. Bisa dengan suntikan penisilin untuk mengobati masalah kulit, sedangkan untuk masalah paru-paru dengan penisilin intravena. Dokter menambahkan bahwa penting sekali sikap tanggap saat mengetahui gejala-gejala antraks dengan menyegerakan memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Sebagai antisipasi dan bentuk mawas diri sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (INA, D0207062)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: